Resensi Novel Ivanna Van Dijk
Sinopsis
Novel Ivanna Van Dijk karya Risa Saraswati, diterbitkan oleh Bukune pada tahun
2018 (Novel Populer)
Hantu Belanda bernama Ivanna yang
hidup pada zaman kolonial menceritakan seluruh kisahnya kepada Risa. Bermula
saat sepasang suami istri Peeter Van Dijk dan Suzie Van Dijk serta putri
kecilnya Ivanna Van Dijk memutuskan untuk pindah dari Netherland ke negeri
jajahan yaitu Hindia Belanda, mereka berangan-angan bahwa Hindia Belanda
seperti surga dunia, hingga mereka rela melakukan perjalanan selama
berhari-hari menggunakan kapal laut. Saat tiba di tanah Hindia Belanda, mereka
disambut dengan ramah oleh Goenawan yang merupakan Inlander (pribumi). Peeter dan Suzie semakin betah tinggal di
Hindia Belanda, mereka sangat baik kepada para pribumi, bahkan mereka juga
mempelajari budaya dari Hindia Belanda. Kecintaan mereka pada Hindia Belanda
bukan hanya sampai disitu, saat Suzie hamil anak yang kedua, Peeter sang suami
berencana memberi nama putranya dengan nama Inlander
yaitu Dimas Van Dijk. Awal hidup mereka berjalan sangat baik sampai terjadi
suatu masalah saat anak kedua mereka mulai bersekolah.
Dimas Van Dijk yang bersekolah di
sekolah khusus anak-anak Londo,
selalu mendapat cemooh dari teman-temannya karena namanya yang seperti orang
pribumi, Ivanna sebagai kakak tidak bisa tinggal diam melihat adiknya selalu
dapat perlakuan yang tidak baik. Ivanna selalu memarahi siapapun yang berani
mengejek adiknya, namun bukannya senang dibela oleh Ivanna, justru Dimas merasa
malu karena dia semakin dicap buruk oleh teman-temannya sebagai seorang pengadu.
Waktu terus bergulir, Dimas tumbuh sebagai pria yang tampan dan gagah, diapun
jatuh cinta kepada Elizabeth yaitu putri petinggi pemerintah kolonial Belanda.
Tentu orang tua Elizabeth tidak setuju karena nama Dimas seperti nama pribumi.
Akhirnya, Dimas diculik dan dibunuh, Suzie yang mengetahui anaknya mati pun
mengalami depresi dan jatuh sakit hingga meninggal, sedangkan Peeter dia tidak
bisa terima dengan takdir ini lalu memutuskan untuk bunuh diri dengan cara
menembak kepalanya.
Sekarang
tinggal Ivanna sendiri, ia memutuskan untuk mewarnai rambutnya lebih pirang dan
bekerja sebagai seorang pelacur untuk tentara Belanda, guna mengumpulkan
informasi tentang markas persembunyian Belanda yang akan dilaporkan kepada Nippon agar segera dibantai. Ivanna
sangat dendam kepada bangsanya sendiri dan memutuskan untuk menjadi mata-mata Nippon.
1.
Kelebihan
pada Novel
Novel ini memberi pengetahuan dan
gambaran mengenai masa pemerintahan Belanda, dimana kaum pribumi selalu
dianggap rendah oleh bangsa Londo.
Selain itu, bahasa yang digunakan dalam novel ini sangat mudah untuk dimengerti
karena menggunakan bahasa sehari-hari. Penjabaran tokoh dalam novel ini
diterangkan secara jelas sehingga tidak membuat pembaca bingung. Ceritanya
membuat para pembaca selalu penasaran dan tidak ingin berhenti untuk membaca.
Kisah yang diangkatpun bukan seperti novel kebanyakan, karena kisahnya diangkat
dari hantu-hantu yang ingin membagi pengalamannya yang tragis serta menyedihkan
sebagai sebuah gambaran pada masa itu.
2.
Kekurangan
pada Novel
Kekurangan novel ini terdapat pada
akhir cerita yang menggantung karena tidak dijelaskan bagaimana Ivanna meninggal.
Selain itu, adegan pembunuhan digambarkan secara eksplisit dan tragis.
Percakapan dalam Bahasa Belanda juga tidak diberi terjemahan, sehingga para
pembaca yang tidak mengerti bahasanya juga tidak bisa menangkap maknanya.



Komentar
Posting Komentar