Resensi Novel Pada Sebuah Kapal

Sinopsis Novel Pada Sebuah Kapal karya Nh. Dini, diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 1985 (Novel setelah Kemerdekaan)


Pada novel ini, menceritakan kisah seorang perempuan yang bernama Sri. Dia ditinggal ayahnya meninggal pada usia tiga belas tahun. Dia memiliki Ibu dan empat orang saudara, dan yang paling dekat dengannya adalah Sutopo karena perwatakannya mirip dengan mendiang ayah Sri. Setelah lulus dari sekolah menengah, Sri memutuskan untuk bekerja di bagian penyiaran di kotanya, Semarang. Namun, lama-kelamaan dia bosan dan berniat untuk mencalonkan diri sebagai Pramugari. Saat dia mencalonkan diri, dia gagal karena terdapat noda dalam paru-parunya. Sebelumnya, Sri pun bertemu dengan kawan lamanya yang bernma Narti. Beda dengan Sri, Narti terpilih dan lolos sebagai seorang Pramugari. Akhirnya karena khawatir dengan kesehatannya, Sri berobat ke dokter kenalan ayahnya dulu. Tiga bulan Sri menjalani perawatan dan akhirnya sembuh. Sri memutuskan untuk tinggal di Jakarta dan melamar sebagai seorang penyiar.
Saat di Jakarta, Sri bukan hanya bekerja sebagai penyiar. Akan tetapi, dia juga menjadi seorang penari. Sejak dulu Sri memang sudah pandai dalam menari. Hingga dia selalu penerima tawaran untuk menari di istana. Rekan kerja Sri banayak yang tidak senang dengannya, karena dianggap sebagai wanita panggilan para pejabat. Waktu berganti, akhrnya Sri memiliki pacar bernama Saputro. Dia merupakan kapten Angkatan Udara. Perjalanan cinta Sri dan Saputro selalu terhambat oleh ruang dan waktu, karena Saputro sering bepergian dalam jangka waktu yang lama. Sampai pada akhirnya, sebelum mereka melangsungkan pernikahan terjadi kecelakaan yang menyebabkan Saputro meninggal. Sri tidak terima dengan takdir ini.
Setelah semua kejadian itu, Carl sahabat Sutopo kakak dari Sri melamarnya, namun Sri menolak. Akhirnya, Sri menikah dengan Charles dan dikaruniai satu orang anak. Namun sikap Charles membuat Sri muak dan tersiksa. Pada kala itu Sri berlibur dengan menaiki sebuah kapal. Dia jatuh hati kepada Michel, pria yang sudah berkeluarga dan memiliki dua orang anak laki-laki. Mereka melakukan hubungan terlarang bagi pasangan yang sudah menikah. Sri sangat mencintai Michel, begitupun sebaliknya. Akan tetapi kisah cinta mereka tidak dapat kejelasan karena status mereka yang sudah berkeluarga. Sri sempat melayangkan gugatan perceraian kepada Charles, namun Charles menolaknya.

1.      Kelebihan pada Novel
Bahasa yang digunakan sudah memakai bahasa sehari-hari, sehingga para pembaca dengan mudah memahai isi cerita dalam Novel. Penjabaran cerita begitu jelas dan detail. Penulis mampu membawa kita pada suasana yang dialami oleh sang tokoh. Cerita yang ditulis sangat menarik dan tidak membuat jenuh. Serta penggambaran tokoh utama yang sangat jelas, memudahkan pembaca mengetahui karakter sang tokoh.

2.      Kekurangan pada Novel
Novel ini memiliki pergantian alur, latar cerita yang kurang tertata, jelas ini membuat para pembaca sedikit bingung, contohnya pergantian latar antara masa lalu tokoh dan masa kininya. Selain itu, dalam novel ini diceritakan bagaimana sang tokoh utama berselingkuh saat sudah memiliki keluarga, dan itu sesuatu yang kurang lazim.

Komentar

Postingan Populer