Puisi Ayah dan Bunda

Teruntuk Kedua Orang Tuaku




Ayah

Ayah, engkaupun aku muliakan
Walau kadang mata dibutakan
Sehingga tak ingat susahnya kehidupan

Bercucuran keringat didahi
Terbakar kulitmu oleh matahari
Lelah kakimu berdiri
Tapi tak henti kau berjuang untuk hidup ini

Ayah, aku malu
Aku malu pada diriku sendiri
Aku takut, Ayah
Aku takut mengecewakan dirimu
Harapanmu, impianmu, dan ambisimu padaku

Sungguh ayah, surgapun ku anggap ada di telapak kakimu
Tanpa ridhomu, tuhanpun tak akan meridhoiku
Ayah, maafkan aku
Jika manjaku membuat beban bagimu
Jika perkataanku kadang menggoreskan luka di hatimu

Ayah
Andai aku bisa berkompromi dengan alam
Aku akan memohon untuk tidak menyulitkanmu
Panas akan kujadikan sejuk
Hujan akan kujadikan hangat
Untukmu ayah

Ayah
Iringilah putrimu ini
Untuk menjadi seorang yang tak ingkar janji
Pada sumpah dan abdi
Yang kelak ku ucap nanti





Bunda

Setiap jejakmu
Meninggalkan kesan untukku
Setiap hembusan nafasmu
Merupakan bakti untukku

Tetesan air matamu
Menciptakan duka untukku
Senyum dan tawamu
Menjadi alasan kebahagiaanku

Panjangnya malam
Tidak akan membuat kasihmu hilang
Luasnya samudera
Mustahil untuk menandingi cinta darimu

Bunda...
Bumipun akan bersujud untukmu
Bahkan surga!
Berada ditelapak kakimu

Ah bunda
Andai kau bisa hidup abadi
Mungkin aku akan menjadi gadis yang paling bahagia di dunia
Bersamamu setiap saat

Terima kasih atas kehadiranmu bunda
Hidupku akan hampa tanpamu
Bagaikan musik hilang nada
Yang tak bisa menjadi lagu


Karya : Dinda Aprilia Putri

Komentar

Postingan Populer