Puisi Romansa
Ku Tuliskan Kata Demi Kata Untukmu
Malam Rindu
Matahari tenggelam
Senjaku hilang
Malamku datang
Bulan menjulang
Kulihat hamparan langit hitam
Dipenuhi oleh cahaya gemerlap
Teringat suatu yang telah tiada
Apakah dia menjadi salah satu cahaya itu?
Memperhatikanku dari atas sana
Jika iya
Kapan dia akan menyapaku?
Jika tidak
Kapan aku akan menemukannya?
Hilang
Lorong di telingaku terasa sunyi
Kebisingan itu lenyap
Hampa
Dalam tiap langkahku penuh kekosongan
Kau sudah tak berjalan lagi di sampingku
Aku tak mengerti apa ini
Mungkin coretan semu ku
Yang tak mungkin kau tau
Bahkan tak terlihat olehmu
Tidak Sendiri
Jangan berlari terlalu jauh
Aku takut tak bisa mengejarmu
Aku takut kau jatuh
Aku takut kau terluka
Jangan terbang terlalu tinggi
Aku takut tak bisa menggapaimu
Aku takut kau lupa
Lupa akan daratan tentunya
Jangan menyelam terlalu dalam
Aku takut tak bisa mengikutimu
Aku takut kau tenggelam
Aku takut kau masuk dalam gelap
Genggamlah tanganku
Kita lakukan bersama
Merasakan sakitnya jatuh
Merasakan pedihnya luka
Merasakan sesaknya tenggelam
Kamu tidak berjalan sendirian
Aku akan menjadi penghantarmu
Dalam tiap hembusan nafasmu
Dan dalam tiap langkah kakimu
Aku berjanji
Seperti banyaknya rintik hujan yang jatuh sore ini
Untuk selalu berjalan di sampingmu
Selamanya
Karya : Dinda Aprilia Putri




Komentar
Posting Komentar